Perkembangan teknologi informasi berkembang dengan sangat pesat, khususnya dalam sarana dakwah. Berawal dari komputer yang digunakan untuk pribadi berubah dan berkembang menjadi jaringan yang lebih luas, tidak saja untuk jaringan lokal tapi sudah menjadi jaringan komputer global dunia yang di kenal dengan internet. Internet adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna diseluruh dunia.
Kemajuan teknologi informasi dan pemanfaatan terus meningkat dari waktu ke waktu, yang mana hal ini menyebabkan banyaknya masyarakat virtual khususnya juru dakwah atau para da’i menjadikan teknologi informasi sebagai sarana dakwah karena dengan internet mereka dapat menjangkau seluruh umat Islam yang ada di dunia, tanpa harus secara langsung bertemu dengan mereka. Masyarakat virtual adalah sebuah kehidupan masyarakat manusia yang tidak dapat secara langsung diinderakan melalui penginderaan manusia, namun dapat dirasakan dan disaksikan sebagai sebuah realitas. Kehidupan semacam ini tentu saja bukanlah kehidupan akhirat manusia, namun merupakan sisi lain kehidupan “masyarakat nyata” yang seperti kita ketahui selama ini. Di mana “masyarakat nyata” lebih menekankan pada jalinan kehidupan sosial manusia yang berbasis dan dibangun melalui penginderaan secara langsung . Dalam masyarakat virtual, mendengar ceramah.
Pembahasan
1. Statistik Pengguna Internet.
di Indonesia Berdasarkan pernyataan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggungkapkan bahwa pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Direktur Pelayanan Informasi Internasional Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Selamatta Sembiring mengatakan, situs jejaring sosial yang paling banyak diakses adalah Facebook dan Twitter. Indonesia menempati peringkat 4 pengguna Facebook terbesar setelah USA, Brazil, dan India.
Menurut data dari Webershandwick, perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya per bulan dan sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile perharinya . Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga telah membagi pengguna internet dilihat dari beberapa aspek yaitu. Jenis Kelamin Survey tahun 2014 menunjukkan bahwa pengguna internet yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak dari pada pengguna internet yang berjenis kelamin laki-laki. Mayoritas dari pengguna internet ini tinggal di daerah urban. Adapun untuk perempuan berjumlah 51% dan laki-laki berjumlah 49%. Usia Berdasarkan usia pengguna, mayoritas pengguna internet di Indonesia berusia 18-25 tahun, yaitu sebesar hampir setengah dari total jumlah pengguna internet di Indonesia yaitu 49%, untuk usia 26-35 tahun berjumlah 33,8%, untuk usia 36-45 tahun berjumlah 14,6%, untuk usia 46-55 tahun berjumlah 2,4% dan untuk usia 56-65 tahun berjumlah 0,2%. Pendidikan Berdasarkan pendidikan, pengguna internet di Indonesia paling banyak yang telah menamatkan pendidikannya di tingkat SMU sederajat yaitu berjumlah 64,7%, Sarjana/S1 berjumlah 16,9%, SMP sederajat berjumlah 9,7%, Akademi/D1/D2/D3/D4/Vokasi berjumlah 6,8%, SD sederajat berjumlah 1,2%, dan Pasca Sarjana/S2/S3 berjumlah 0,4%
2. Pengertian Dakwah
Pengertian Dakwah Dakwah secara etimologis berasal dari bahasa Arab da’a-yad’u yang berarti memanggil atau menyeru, mengajak atau menngundang. Secara harfiyah dakwah merupakan mashdar dari fi’il (kata kerja) da’a dengan arti ajakan, seruan, undangan, dan panggilan5 . Warson Munawir menyebutkan bahwa dakwah berarti memanggil (to call), mengundang (to invite), mengajak (to summon), menyeru (to propose), mendorong (to urge), dan memohon (to pray).
Dakwah menurut Al-Quran diartikan sebagai perintah menyeru manusia ke jalan Tuhan dengan cara hikmah dan pelajaran yang baik dengan berbagai metode dan pendekatan, seperti ditegaskan Allah dalam Al-Qur'an surat An-Nahl ayat 125 yang artinya: “Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan jalan yang baik pula. Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dialah yang Jebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
3. Pemanfaatan Media Sosial Facebook Sebagai Sarana Dakwah Facebook.
Pemanfaatan Media Sosial Facebook Sebagai Sarana Dakwah Facebook merupakan salah satu bentuk media sosial teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan pernyataan Webershandwick, perusahaan public relations dan pemberi layanan jasa komunikasi, untuk wilayah Indonesia ada sekitar 65 juta pengguna Facebook aktif. Sebanyak 33 juta pengguna aktif per harinya, 55 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile dalam pengaksesannya per bulan dan sekitar 28 juta pengguna aktif yang memakai perangkat mobile perharinya.
Pernyataan ini dapat membuktikan bahwa media sosial facebook merupakan situs jejaring sosial yang paling favorit dikunjungi dibandingkan dengan situs jejaring sosial lain. Hal ini disebabkan pada media sosial facebook memiliki navigasi yang cukup mudah untuk digunakan oleh penggunanya selain itu aplikasi facebook mempunyai desain minimalis tapi kaya akan fitur dan pendukung. Selain itu dengan jumlah pengguna yang banyak serta penggunaan navigasi yang mudah, dapat menjadikan media sosial facebook sebagai pilihan sarana dakwah masa kini. Maka, tak sedikit dari para para juru dakwah atau da’i memanfaatkan aplikasi facebook yang ada sebagai sarana dakwah Islam. Dengan melihat perkembangan pengguna facebook yang ada saat ini, berdakwah melalui sarana tersebut akan sangat efektif. Efektivitas facebook ini dapat dilihat dari bagaimana facebook dapat menyebar luas di masyarakat, yaitu dengan pertumbuhan 73% pertahun dari total pengguna facebook di Indonesia.
Beberapa fitur yang terdapat di aplikasi facebook ini dapat dimanfaatkan bagi juru dakwah atau para da’i sebagai sarana dakwah Islam yang akan menjembatani kemajuan teknologi dan informasi dengan proses dakwah. Hal ini juga bermaksud untuk merubah paradigma masyarakat yang beranggapan bahwa dakwah Islam hanya dapat dilakukan dalam pengajian saja. Kata media berasal dari bahasa Latin median yang merupkan jamak dari medium, yang berarti perantara. Adapun yang dimaksud media dakwah adalah perantara (sarana) yang digunakan untuk menyampaikan pesan dakwah14. Dalam penggunaan media sosial facebook sebagai sarana dakwah terdapat beberapa peranan penting dari media sosial facebook tersebut antara lain. Sebagai Media Informasi Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh juru dakwah atau para da’i dalam menggunakan media sosial facebook sebagai sarana dakwah yaitu memberikan atau men-share informasi baik itu berupa nasihat, ilmu, kata mutiara, ayat Al-Qur’an beserta tafsirnya, video ceramah dan segala sesuatu yang berhubungan dengan dakwah Islam.
Adanya informasi yang berisi dengan dakwah Islam diharapkan dapat membuka wawasan atau menambah pengetahuan seseorang dan dengan pengetahuan tersebut timbullah kesadaran terhadap diri sendiri yang akhirnya orang tersebut akan berprilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. b. Sebagai Media Diskusi Semakin banyak informasi dakwah Islam yang dibagikan atau diberikan, diharapkan dapat membuat para penerima informasi untuk saling bertukar pendapat, mengkaji dan mendiskusikan informasi tersebut menggunakan fasilitas yang ada di media sosial facebook seperti kolom komentar yang disediakan disetiap melakukan update status, selain itu terdapat fasilitas fan page dan membuat group. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pembelajaran jarak jauh bagi penerima informasi dakwah untuk mendalami atau mempelajari informasi dakwah Islam yang telah didapatkannya.
Kesimpulan
Perlu diketahui, kegiatan dakwah islam tidak mesti harus selalu diadakan pada lingkup majelis ta’lim yang berisi ceramah, tausiyah maupun nasihat tentang ilmu keagamaan baik membahas tentang ilmu syari’at Islam, tafsir, tauhid, dan lain-lainnya. Tetapi dengan adanya perkembangan teknologi komunikasi dakwah Islam dapat dilakukan dengan cara yang berbeda, salah satunya menggunakan media sosial facebook. Media sosial ini sangat efektif digunakan untuk menyampaikan pesan dakwah, di karenakan banyaknya pengguna dari aplikasi media sosial facebook ini. Kemudahan dalam fasilitas yang disediakan oleh media sosial facebook menjadi kelebihan tersendiri bagi masyarakat virtual khususnya bagi juru dakwah atau para da’i dalam menyampaikan atau membagikan informasi dakwah Islam, berdikusi dan menyambung tali silaturrahim kepada pengguna facebook lainnya.
Daftar Pustaka
Andrianza, Yogi. “Sosial Media Sebagai Media Interaktif Pada Pustakawan Dan Pemustaka Di Perpustakaan Stikes Muhammadiyah Kuningan.” UNILIB: Jurnal Perpustakaan, 2022. https://journal.uii.ac.id/unilib/article/view/19827.
Faridah, Faridah, Siar Ni’mah, and Kusnadi Kusnadi. “Metode Dakwah Dalam Al-Qur’an.” Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur’an Dan Tafsir 6, no. 2 (2021): 159–71.
Fazil, Fazil. “Membangun Interaksi Dan Komunikasi Interpersonal Yang Efektif: Kompetensi Humas Berkomunikasi Di Facebook.” Professional: Jurnal Komunikasi Dan Administrasi Publik 1, no. 2 (2014): 162058.
Gimri, Farhah Desrianty, Annisa Fitri Dewianti, Riska Rahmasari, Riski Rahmasari, and Hadi Purwanto. “Konsep Untuk Menciptakan Keseimbangan Hidup Manusia Dalam Sistem Pendidikan Islam.” Baitul Hikmah: Jurnal Ilmiah Keislaman 1, no. 2 (2023): 108–22.
Rizqy, Muhammad, Nur Salsa Auliya Zachani, Saniyatul Fajri, and Meity Suryandari. “Pengaruh Media Teknologi Informasi Modern Terhadap Aktivitas Dakwah Di Era Revolusi Industri 4.0.” Aladalah: Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora 1, no. 1 (2023): 22–42.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar